Posted in

Panduan Melakukan Penelitian Survei untuk Skripsi Farmasi: 5 Langkah Strategis untuk Hasil yang Akurat dan Sukses

Panduan Melakukan Penelitian Survei untuk Skripsi Farmasi: 5 Langkah Strategis untuk Hasil yang Akurat dan Sukses
melakukan penelitian

Penelitian survei merupakan salah satu metodologi yang paling banyak dipilih oleh mahasiswa farmasi dalam menyusun skripsi, terutama untuk topik-topik seperti pengetahuan, sikap, dan praktik (KAP) penggunaan obat, kepatuhan minum obat (adherensi), atau kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian. Metode ini menawarkan efisiensi waktu dan biaya dibandingkan penelitian eksperimental di laboratorium, namun tetap memiliki tingkat kompleksitas metodologis yang tinggi.

Banyak mahasiswa terjebak pada kesalahan umum, seperti merancang kuesioner yang tidak teruji validitasnya, menentukan ukuran sampel secara sembarangan, atau mengabaikan aspek etika penelitian. Kesalahan-kesalahan ini dapat berakibat fatal pada hasil analisis data dan berujung pada revisi mayor atau bahkan penolakan proposal oleh dosen pembimbing.

Oleh karena itu, pendekatan yang sistematis dan berbasis bukti sangat diperlukan. Artikel ini akan mengulas secara komprehensif panduan melakukan penelitian survei untuk skripsi farmasi, menyoroti lima langkah strategis yang dapat memastikan data yang Anda kumpulkan valid, reliabel, dan layak dipertahankan di depan dewan penguji. Informasi lebih lanjut mengenai kurikulum metodologi penelitian dan fasilitas akademik dapat diakses melalui Fakultas Farmasi Saraswati


Mengapa Penelitian Survei Sangat Relevan dalam Dunia Farmasi?

Dalam konteks kefarmasian modern, data kualitatif dan kuantitatif dari responden (pasien, tenaga kesehatan, atau masyarakat umum) sama pentingnya dengan data eksperimental di laboratorium. Survei memungkinkan peneliti untuk:

  1. Mengidentifikasi Masalah Pelayanan: Menilai kesenjangan antara standar pelayanan kefarmasian yang ideal dengan praktik yang terjadi di lapangan.
  2. Mengukur Outcome Berbasis Pasien: Menilai tingkat kepatuhan pasien terhadap terapi jangka panjang (seperti antihipertensi atau antidiabetes) yang memengaruhi keberhasilan klinis.
  3. Dasar Perumusan Kebijakan: Hasil survei yang representatif dapat menjadi rekomendasi bagi manajemen rumah sakit atau dinas kesehatan untuk meningkatkan mutu layanan.


5 Langkah Strategis Melakukan Penelitian Survei untuk Skripsi Farmasi

Untuk memastikan rigor (ketelitian) akademik dalam skripsi Anda, terapkan lima langkah metodologis berikut secara berurutan dan disiplin.

1. Perumusan Masalah dan Tujuan yang Terukur dan Spesifik

Langkah pertama adalah mendefinisikan dengan jelas apa yang ingin diukur. Penelitian survei farmasi yang baik tidak bertanya secara umum, melainkan menargetkan variabel yang spesifik.

  • Aplikasi Praktis: Hindari tujuan seperti “Mengetahui pengetahuan masyarakat tentang obat.” Gantilah dengan yang lebih terukur, misalnya: “Menganalisis tingkat pengetahuan, sikap, dan praktik (KAP) masyarakat di Puskesmas X terhadap penggunaan antibiotik untuk infeksi saluran pernapasan atas.” Pastikan setiap tujuan penelitian dapat dijawab oleh minimal satu pertanyaan dalam kuesioner Anda.

2. Desain Kuesioner yang Melalui Uji Validitas dan Reliabilitas

Kuesioner adalah instrumen utama penelitian survei. Jika instrumennya cacat, maka data yang dihasilkan juga tidak valid (garbage in, garbage out).

  • Aplikasi Praktis:

    • Gunakan kuesioner yang sudah baku dan terstandarisasi jika ada (misalnya, Morisky Medication Adherence Scale / MMAS-8 untuk kepatuhan).
    • Jika membuat kuesioner sendiri, lakukan expert judgment (uji validitas isi) oleh minimal dua dosen ahli farmasi.
    • Lakukan uji coba (pre-test) pada 30 responden di luar sampel utama. Hitung validitas menggunakan Pearson Product Moment (r hitung > r tabel) dan reliabilitas menggunakan Cronbach’s Alpha (nilai > 0,60).

3. Penentuan Ukuran Sampel dan Teknik Sampling yang Tepat

Kesalahan dalam menentukan sampel akan membuat hasil penelitian tidak dapat digeneralisasi ke populasi.

  • Aplikasi Praktis: Gunakan rumus statistik yang diakui, seperti rumus Slovin atau rumus Lemeshow, untuk menghitung jumlah sampel minimal berdasarkan besar populasi dan tingkat kesalahan (margin of error) yang ditetapkan (biasanya 5% atau 10%). Untuk teknik pengambilan sampel, pilih probability sampling (seperti simple random sampling atau stratified random sampling) jika daftar populasi tersedia, untuk menghindari bias seleksi.

4. Pelaksanaan Survei dengan Kepatuhan Penuh pada Etika Penelitian

Penelitian yang melibatkan manusia sebagai subjek wajib mematuhi prinsip etika penelitian kesehatan yang ketat.

  • Aplikasi Praktis: Sebelum menyebarkan kuesioner, Anda wajib mengajukan permohonan Ethical Clearance (Persetujuan Etik) ke Komisi Etik Penelitian institusi Anda. Pastikan setiap responden menandatangani Informed Consent (Lembar Persetujuan Setelah Penjelasan) yang menyatakan bahwa partisipasi mereka bersifat sukarela, anonim (tanpa nama), dan data yang dikumpulkan hanya untuk tujuan akademik.

5. Pengolahan dan Analisis Data yang Komprehensif

Data mentah dari kuesioner tidak memiliki makna sebelum diolah dan dianalisis dengan metode statistik yang tepat.

  • Aplikasi Praktis: Lakukan data cleaning (pembersihan data) untuk membuang kuesioner yang tidak lengkap atau diisi secara asal-asalan. Gunakan perangkat lunak statistik seperti SPSS atau Excel. Untuk data survei farmasi, analisis deskriptif (persentase, mean, median) biasanya dilengkapi dengan analisis inferensial (seperti Uji Chi-Square untuk melihat hubungan antara pengetahuan dan praktik, atau Uji Mann-Whitney untuk membandingkan dua kelompok independen).


Peran Fakultas Farmasi Universitas Saraswati dalam Mendukung Riset Survei Mahasiswa

Menyusun penelitian survei yang metodologisnya kuat memerlukan bimbingan dan fasilitas yang memadai. Fakultas Farmasi Universitas Saraswati berkomitmen untuk membekali mahasiswanya dengan kompetensi riset yang solid melalui berbagai dukungan strategis:

  • Penguatan Mata Kuliah Metodologi Penelitian: Kurikulum di FFS memberikan porsi yang signifikan pada statistika kesehatan dan metodologi penelitian kuantitatif. Mahasiswa dilatih secara langsung menggunakan perangkat lunak statistik dan merancang instrumen penelitian yang valid sejak semester awal.
  • Akses ke Bimbingan Uji Validitas dan Reliabilitas: Dosen-dosen di FFS secara aktif membimbing mahasiswa dalam proses expert judgment dan pengolahan data uji coba kuesioner, memastikan instrumen yang digunakan memenuhi standar ilmiah sebelum disebarluaskan.
  • Fasilitasi Proses Etik Penelitian: Fakultas memiliki prosedur yang jelas dan tim pendamping untuk membantu mahasiswa menyusun protokol penelitian yang memenuhi syarat untuk diajukan ke Komisi Etik, mempercepat proses administrasi tanpa mengorbankan prinsip etika.
  • Kemitraan untuk Lokasi Penelitian: Melalui jaringan kerja sama dengan berbagai apotek, puskesmas, dan rumah sakit di wilayah setempat, FFS memfasilitasi mahasiswa dalam mendapatkan izin pengambilan data yang lebih lancar dan terstruktur.

Bagi mahasiswa yang ingin memaksimalkan potensi risetnya dan memanfaatkan fasilitas pendukung ini, informasi lengkap mengenai program akademik dan layanan kemahasiswaan dapat diakses melalui laman resmi Fakultas Farmasi Saraswati.


Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Berapa jumlah sampel minimal yang umum diterima untuk skripsi survei farmasi?

Meskipun bergantung pada rumus yang digunakan dan besar populasi, untuk populasi yang tidak diketahui jumlahnya (infinite population), rumus Lemeshow dengan tingkat kepercayaan 95% dan presisi 10% sering menghasilkan angka minimal sekitar 96-100 responden. Namun, selalu konsultasikan dengan dosen pembimbing untuk menyesuaikan dengan konteks spesifik penelitian Anda.

Apakah survei menggunakan Google Form diterima untuk skripsi farmasi?

Ya, survei daring dapat diterima, terutama jika target respondennya adalah masyarakat umum atau tenaga kesehatan yang melek teknologi. Namun, Anda harus menyertakan penjelasan dalam bab metodologi mengenai bagaimana Anda memastikan keaslian responden (misalnya, membatasi satu respons per akun email) dan bagaimana Anda mendistribusikan tautan kuesioner untuk menghindari bias sampel.

Bagaimana jika hasil uji reliabilitas kuesioner saya di bawah 0,60?

Jika nilai Cronbach’s Alpha rendah, periksa nilai Corrected Item-Total Correlation. Butir pertanyaan yang memiliki nilai korelasi item-total di bawah 0,30 biasanya dianggap tidak konsisten dan harus dibuang atau direvisi kalimatnya. Setelah revisi, lakukan uji coba ulang pada kelompok responden yang baru.

Sc : Gramedia


Kesimpulan: Rigor Metodologis adalah Kunci Skripsi yang Bertahan

Menerapkan panduan melakukan penelitian survei untuk skripsi farmasi ini adalah jaminan bahwa karya ilmiah Anda dibangun di atas fondasi data yang kuat, bukan asumsi. Penelitian survei yang baik tidak diukur dari seberapa banyak kuesioner yang terkumpul, melainkan dari seberapa ketat Anda menjaga validitas instrumen, etika pengumpulan data, dan ketepatan analisis statistik.

Mulailah dengan merumuskan masalah yang tajam, desain kuesioner yang teruji, dan jangan ragu untuk berkonsultasi secara intensif dengan dosen pembimbing. Dengan disiplin metodologis yang tinggi, skripsi survei Anda tidak hanya akan lolos ujian, tetapi juga memberikan kontribusi data yang berharga bagi pengembangan ilmu kefarmasian.